Menhan Tegaskan Yonif TP Simbol Kehadiran Negara bagi Rakyat

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:44:11 WIB
Menhan Tegaskan Yonif TP Simbol Kehadiran Negara bagi Rakyat

JAKARTA - Penguatan pertahanan nasional tidak hanya berbicara soal kesiapan tempur, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir di tengah masyarakat. 

Dalam konteks itulah keberadaan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dipandang memiliki makna strategis. Satuan ini bukan sekadar unsur militer, melainkan representasi nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman sekaligus mendukung pembangunan.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa eksistensi Yonif TP memiliki dimensi simbolik sekaligus operasional. Ia menyampaikan pandangannya saat melakukan kunjungan kerja ke Yonif TP 888/Satria Sejati di Bangunrejo, Pamotan, Rembang, Jawa Tengah.

“Eksistensi Yonif TP merupakan simbol kehadiran negara yang memberi rasa aman, harapan, dan masa depan yang lebih kuat bagi NKRI,” kata Sjafrie.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan tidak hanya berorientasi pada aspek militer semata, tetapi juga pada kedekatan dengan rakyat.

Kunjungan Kerja dan Penguatan Satuan Teritorial

Dalam siaran pers resmi, disampaikan bahwa kunjungan kerja Menhan ke Yonif TP 888/Satria Sejati menjadi bagian dari upaya melihat langsung kesiapan satuan. Lokasi yang dikunjungi berada di wilayah Rembang, Jawa Tengah, sebagai salah satu titik penguatan teritorial.

Sjafrie menilai pembangunan kekuatan pertahanan nasional harus dimulai dari satuan-satuan yang disiplin. Menurutnya, fondasi pertahanan yang kokoh lahir dari kedisiplinan, kesiapan tempur, dan kemampuan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, pembangunan kekuatan pertahanan nasional harus dimulai dari satuan-satuan yang disiplin.”

“Selain itu, siap tempur, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.

Dengan pedoman tersebut, ia berharap seluruh prajurit Yonif TP 888/Satria Sejati dapat tumbuh menjadi kekuatan teritorial yang profesional, solid, dan semakin dicintai masyarakat. Harapan ini mencerminkan orientasi ganda: profesionalisme militer sekaligus kedekatan sosial.

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie turut didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyi Budi Revita dan Kabaloghan Kemhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari. Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan satuan teritorial pembangunan.

Peresmian dan Peran Strategis Yonif TP

Yonif TP sebelumnya diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Peresmian ini menandai babak baru dalam penguatan struktur pertahanan yang terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional.

Sjafrie menjelaskan bahwa Yonif TP tidak hanya memiliki tugas tunggal sebagai infanteri. Satuan ini mengemban dua fungsi utama yang berjalan beriringan.

“Batalyon Teritorial Pembangunan itu intinya adalah Batalyon Infanteri. Batalyon Infanteri itu tugasnya mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh,” ucap Sjafrie.

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa tugas pokok sebagai infanteri tetap menjadi prioritas. Fungsi pertahanan dan keamanan tetap melekat kuat pada satuan ini.

Dua Fungsi: Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi

Selain tugas tempur, Yonif TP juga memiliki mandat tambahan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Hal ini menjadi ciri khas yang membedakannya dari satuan infanteri konvensional.

“Sedangkan tugas Teritorial Pembangunan adalah tugas tambahan untuk mendukung pembangunan ekonomi kita. Jadi, ada dua. Tangan kiri untuk kepentingan Batalyon Infanteri, tangan kanan untuk kepentingan pembangunan,” ujar dia melanjutkan.

Konsep “dua tangan” yang disampaikan Sjafrie menggambarkan keseimbangan antara fungsi pertahanan dan kontribusi pembangunan. Satuan ini diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah penugasannya.

Dengan demikian, Yonif TP tidak hanya berorientasi pada aspek militer, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh. Ketahanan tersebut mencakup stabilitas keamanan sekaligus pertumbuhan ekonomi di daerah.

Harapan Menjadi Kekuatan Profesional dan Dicintai Rakyat

Sjafrie berharap seluruh Yonif TP 888/Satria Sejati dapat berkembang menjadi kekuatan teritorial yang profesional dan solid. Profesionalisme mencakup disiplin, kesiapan tempur, serta kemampuan menjalankan tugas tambahan secara efektif.

Di sisi lain, kedekatan dengan masyarakat menjadi elemen penting. Ia menginginkan satuan ini semakin dicintai rakyat, karena keberadaannya dirasakan manfaatnya secara langsung.

Konsep kehadiran negara melalui satuan teritorial pembangunan menegaskan bahwa pertahanan nasional tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dengan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat.

Melalui penguatan Yonif TP, pemerintah berupaya memastikan bahwa keamanan dan pembangunan berjalan seiring. Satuan yang disiplin dan siap tempur menjadi fondasi, sementara kontribusi terhadap pembangunan ekonomi menjadi penguat.

Secara keseluruhan, keberadaan Yonif TP diposisikan sebagai simbol kehadiran negara yang nyata. Tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga memberikan rasa aman, harapan, dan masa depan yang lebih kuat bagi NKRI.

Terkini