Gubernur Khofifah Berikan Bantuan Rp3 Miliar bagi Warga Sidoarjo

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:09:58 WIB
Gubernur Khofifah Berikan Bantuan Rp3 Miliar bagi Warga Sidoarjo

JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melaksanakan penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai Rp3.016.350.000 untuk ratusan warga Sidoarjo. 

Bantuan ini ditujukan untuk menguatkan bantalan ekonomi masyarakat yang rentan, guna meringankan beban mereka saat menghadapi bulan puasa. Penyaluran tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif pada pemenuhan kebutuhan dasar warga menjelang Ramadan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolik di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait. 

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai sektor yang turut berpartisipasi dalam pengumpulan dana.

Bantuan sosial ini juga bertujuan untuk membantu kelompok rentan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan pelaku usaha ultra mikro, agar mereka tetap memiliki daya beli yang memadai selama Ramadan.

Sumber dana bantuan ini terdiri dari beberapa pihak, antara lain Dinas Sosial Jawa Timur yang menyumbang Rp1,858 miliar, BUMD yang memberikan kontribusi sebesar Rp25 juta, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang berperan dalam penyediaan dana sebesar Rp1,132 miliar. 

Semua ini disalurkan untuk mendukung berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di Sidoarjo.

Alokasi Bantuan Sosial untuk Warga Sidoarjo

Bantuan sosial yang diberikan mencakup berbagai program yang ditujukan untuk memperkuat sektor sosial dan ekonomi di Sidoarjo. 

Di antaranya adalah bantuan untuk 533 keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar keluarga miskin, serta 66 penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan agar dapat hidup mandiri.

Selain itu, bantuan juga dialokasikan untuk 100 pelaku usaha ultra mikro yang menerima Bantuan Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Putri Jawara. Program ini diharapkan dapat memberikan modal tambahan bagi mereka untuk meningkatkan pendapatan dan keluar dari jerat kemiskinan ekstrem. 

Sebagai tambahan, ada juga bantuan untuk 9 PPKS Jawara, bantuan permakanan untuk 10 lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta dukungan bagi 77 pilar sosial, yang terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.

Dalam rangka pemberdayaan desa, program ini turut memberikan dukungan untuk 5 BUMDesa, 2 Desa Berdaya, dan 3 Desa Jatim Puspa. Program zakat produktif juga dilaksanakan dengan memberikan bantuan bagi 50 penerima yang diharapkan dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kegiatan yang lebih produktif.

Tujuan Bantuan dan Harapan Khofifah

Khofifah mengungkapkan bahwa tujuan dari distribusi bantuan ini adalah untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat menjelang Ramadan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka selama bulan puasa. 

"Ini bagian dari bantalan sosial dan ekonomi. Harapannya menjelang Ramadan panjenengan semua lebih tenang, karena bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga," ujar Khofifah dalam acara penyerahan bantuan.

Menurut Khofifah, perhatian lebih diberikan kepada pelaku usaha ultra mikro melalui program zakat produktif, yang dirancang untuk memberikan modal tambahan agar mereka dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. 

Langkah ini sangat penting karena sektor usaha ultra mikro seringkali terjebak dalam lingkaran kemiskinan ekstrem. Dengan adanya bantuan modal, diharapkan mereka dapat memperbaiki kondisi ekonomi mereka.

Selain itu, Program Keluarga Harapan (PKH) Plus tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga daya beli kelompok masyarakat yang paling rentan, seperti lansia dan perempuan kepala keluarga. 

Bantuan sosial ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, tanpa terpengaruh oleh fluktuasi harga atau kesulitan ekonomi yang seringkali terjadi menjelang Ramadan.

Komitmen Pemerintah Sidoarjo dalam Menyukseskan Program Bantuan

Bupati Sidoarjo, Subandi, menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memberikan perhatian besar terhadap warganya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memastikan seluruh proses distribusi bantuan akan diawasi secara ketat, guna menjaga akurasi data dan memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran. 

"Penyesuaian bantuan sosial tidak ada pengurangan. Seluruhnya di-cover dan dialokasikan sesuai peruntukan. Kami pastikan distribusinya tepat sasaran dan sesuai data," ujarnya.

Subandi juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Sidoarjo ini merupakan respons yang sangat cepat terhadap tantangan ekonomi yang sedang dihadapi oleh masyarakat. 

Sinergi antara dua tingkat pemerintahan ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo secara keseluruhan.

"Terima kasih atas perintah Ibu Gubernur. Sabtu dan Minggu kemarin juga telah disalurkan bantuan kursi roda dan program bedah rumah. Hari ini bansos untuk Sidoarjo turun. Artinya, kita optimistis angka kemiskinan bisa ditekan dan ekonomi masyarakat meningkat," tambah Subandi.

Peran Pilar Sosial dalam Meningkatkan Efektivitas Bantuan

Pemkab Sidoarjo juga berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dengan melibatkan pilar-pilar sosial yang aktif di lapangan. 

Peran serta TKSK, Tagana, hingga pendamping PKH sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi stimulan sesaat, tetapi juga dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat jangka panjang.

Dengan adanya pengawalan yang ketat dari para pilar sosial ini, diharapkan distribusi bantuan sosial dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. 

Pemerintah berharap agar bantuan yang diterima oleh masyarakat bisa digunakan dengan bijaksana dan memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga untuk mendukung peningkatan kualitas hidup mereka dalam jangka panjang.

Terkini