JAKARTA - PT Blue Bird Tbk. (BIRD) bersiap melanjutkan ekspansi armada rendah emisi dengan menambah kendaraan listrik (EV) secara bertahap dan proporsional sepanjang tahun 2026.
Direktur Utama BIRD, Adrianto Djokosoetono, mengatakan hingga kini lebih dari 700 unit kendaraan listrik telah beroperasi di berbagai lini layanan Bluebird Group, mulai dari taksi reguler, rental mobil, hingga bus listrik.
“Penambahan armada listrik dilakukan secara bertahap dan proporsional hingga akhir tahun, dengan tetap menjaga stabilitas operasional serta menyesuaikan arah investasi dengan kesiapan ekosistem dan permintaan di masing-masing wilayah,” ujar Adrianto.
Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun fondasi bisnis yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan, seiring meningkatnya tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pilar Keberlanjutan BlueSky
Penambahan armada listrik menjadi pilar utama dari strategi keberlanjutan BlueSky, yang menekankan efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan praktik tata kelola lingkungan yang baik.
Strategi ini tidak hanya menambah jumlah EV, tetapi juga mengoptimalkan armada berbasis CNG (Compressed Natural Gas) yang telah lama diterapkan sebagai bagian dari upaya efisiensi dan pengurangan dampak lingkungan.
Pendekatan terintegrasi ini dinilai mampu memberikan dampak positif jangka panjang, termasuk penurunan biaya energi, pengelolaan perawatan yang lebih efisien, dan penguatan fondasi bisnis agar lebih adaptif terhadap perubahan regulasi serta permintaan pasar.
“Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan memastikan perkembangan layanan tetap berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan dan tata kelola yang baik,” ujar Adrianto.
Infrastruktur dan Penyesuaian Kota
Ekspansi armada listrik Blue Bird dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem di setiap kota, termasuk ketersediaan stasiun pengisian daya (charging station) dan tingkat permintaan layanan EV. Strategi ini memastikan armada listrik dapat beroperasi optimal tanpa mengganggu layanan bagi pelanggan.
Perusahaan memetakan pertumbuhan EV berdasarkan kota-kota dengan dukungan infrastruktur kuat dan respons pasar yang positif terhadap layanan baru. Pendekatan ini juga memungkinkan ekspansi dilakukan secara proporsional, sehingga stabilitas operasional tetap terjaga dan kualitas layanan dapat dipertahankan.
Selain itu, Blue Bird menekankan edukasi kepada pengemudi dan petugas lapangan mengenai penggunaan kendaraan listrik, perawatan baterai, dan prosedur keselamatan, agar armada baru dapat beroperasi secara optimal dan aman.
Kompetisi dan Model Bisnis
Masuknya taksi listrik Vietnam, Xanh SM, dalam setahun terakhir menjadi warna baru dalam kompetisi industri transportasi EV.
Namun, Adrianto menegaskan bahwa ekspansi kendaraan listrik Blue Bird bukan sekadar respons terhadap kehadiran pesaing, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang berfokus pada efisiensi dan keberlanjutan bisnis.
“Fokus kami tetap sama yakni konsistensi pengalaman pelanggan, standar keamanan, dan layanan yang dapat diandalkan. Jadi, kami tidak melihat persaingan sebagai head to head, tetapi sebagai kesempatan membuktikan value proposition Bluebird,” katanya.
Kehadiran pemain baru justru mendorong inovasi, meningkatkan standar layanan, dan memperkuat posisi Blue Bird sebagai operator transportasi terpercaya.
Kombinasi antara armada listrik dan CNG memberikan fleksibilitas bisnis dan mempersiapkan perusahaan menghadapi tren kendaraan ramah lingkungan di masa depan.
Selain itu, Blue Bird menyesuaikan model bisnis EV secara bertahap agar sesuai dengan profil permintaan di tiap wilayah. Pendekatan ini membantu perusahaan memaksimalkan efisiensi operasional sekaligus memberikan layanan berkualitas tinggi bagi masyarakat.
Kinerja Keuangan dan Prospek Armada
Laporan keuangan BIRD per 30 September 2025 menunjukkan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp482,59 miliar, meningkat 10,60% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp436,30 miliar. Pertumbuhan laba sejalan dengan peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional perseroan.
Pendapatan bersih BIRD tercatat Rp4,11 triliun per akhir September 2025, naik 12,29% dibanding Rp3,66 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan layanan taksi dan transportasi lainnya, seiring pemulihan aktivitas ekonomi nasional.
Kinerja positif ini menjadi modal penting bagi Blue Bird untuk melanjutkan ekspansi armada listrik secara bertahap. Dengan strategi yang proporsional, perusahaan optimistis dapat menambah jumlah EV sambil tetap menjaga stabilitas operasional, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan.
Langkah ekspansi armada listrik tidak hanya mendukung strategi keberlanjutan, tetapi juga mempersiapkan perusahaan menghadapi regulasi emisi yang semakin ketat dan tren pasar yang mendukung transportasi ramah lingkungan.
Kombinasi antara EV dan CNG memperkuat diversifikasi armada, menurunkan biaya energi, dan meningkatkan efisiensi perawatan kendaraan.
Dengan rencana yang terstruktur, Blue Bird menegaskan komitmennya menjadi pelopor transportasi berkelanjutan di Indonesia. Perusahaan fokus pada kualitas layanan, keamanan penumpang, dan kontribusi terhadap pengurangan jejak karbon. Strategi ini sekaligus membangun fondasi yang kuat untuk inovasi dan pertumbuhan jangka panjang, memastikan keberlanjutan bisnis, dan memperkuat posisi di industri transportasi nasional.